Perubahan Sosial Budaya

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

DOSEN PEMBIMBING : Andri Eko Prabowo, S.P

UIR 

 

Disusun Oleh :

Fitri Yani Dewi Putri Rosman

126811940

                        PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

PEKANBARU

2013


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur saya Haturkan atas kehadiran Allah SWT , karena rahmat dan hidayah-Nya jualah pada akhirnya saya dapat menyelesaikan buku Ilmu Pengetahuan Sosial ini tepat pada waktunya. Sehubungan dengan itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing yaitu Andri Eko Prabowo, M.Pd.

Buku Ilmu Pengetahuan Sosial ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi serta sedikit membahas pengetahuan tentang  “Perubahan Sosial Budaya”.

Saya telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan buku ini, apabila terdapat kekurangan baik dalam penulisan maupun pembahasan, saya mohon kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua, amin.

Pekanbaru,    Maret 2013

                                                                    Penulis

 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………..ii

SILABUS ………………………………………………………………………………………………………1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) ………………………………………..1

Tujuan Pembelajaran : ……………………………………………………………………………………1

Materi Pembelajaran: ………………………………………………………………………………………2

Metode Pengajaran: ………………………………………………………………………………………..2

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran: …………………………………………………………2

Kegiatan Penutup …………………………………………………………………………………………..11

Sumber Belajar; ……………………………………………………………………………………………..12

Penilaian Hasil Belajar: …………………………………………………………………………………….12

BAB V PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA ……………………………………………………………..15

A.Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya …………………………….16

B. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya ………………………..22

C. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya …………….28

D. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya ………………………..30

UJI KOMPETENSI ……………………………………………………………………………………………32

SILABUS

Sekolah                              : SMP Negeri 1 Kerumutan

Kelas                                    : IX ( Sembilan )

Mata Pelajaran                                 : Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS )

Semester                                          : 1 ( Satu )

Standar Kompetensi                         : Memahami Perubahan Sosial Budaya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Nama Sekolah          : SMP Negri 1 Kerumutan

Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas / Semester      : IX / 1 (satu)

Standar Kompetensi : 3. Memahami perubahan sosial budaya

Kompetensi Dasar    : 3.1 Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat

Alokasi Waktu          : 8 X 40 menit (4x pertemuan)

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mempelajari materi siswa diharapkan mampu :

  1. Menjelaskan pengertian sosial budaya.
  2. Memberikan contoh terjadinya perubahan sosial budaya.
  3. Mengidentifikasi factor – factor penyebab perubahan sosial budaya.
  4. Mengidentifikasi penyebab perubahan sosial budaya.

Karakter siswa yang diharapkan :          Dapat dipercaya ( Trustworthines)

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

Jujur ( fairnes )

Kewarganegaraan ( citizenship )

Materi Pembelajaran:

  1. Bentuk-bentuk perubahan sosial budaya.
  2. Faktor pendorong perubahan sosial budaya.
  3. Faktor-faktor penghambat perubahan sosial budaya.
    1. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial budaya.
    2. Ceramah bervasiasi
    3. Diskusi
    4. Inquiry
    5. Tanya Jawab

Metode Pengajaran:

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:

1.   Pertemuan I   

Materi : – Bentuk-bentuk perubahan sosial budaya.

* perubahan secara cepat

* perubahan secara lambat

Pendahuluan   :

  1. Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas.
  2. Motivasi dengan mengajukan pertanyaan     :

- sebutkan perubahan apa saja yang terjadi di lingkunganmu?

  1. Apersepsi        ;

- Berilah contoh yang menunjukkan perubahanpada masyarakat  zaman dahulu dan zaman sekarang.

Kegiatan Inti.

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Diskusi tentang contoh-contoh perubahan sosial budaya.

F Diskusi tentang menyimpulkan bentuk-bentuk perubahan sosial budaya.

F Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;

F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

F memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

F merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik

2. Pertemuan II    

Materi : Faktor-faktor pendorong sosial budaya.

Pendahuluan   :

  1. Memeriksa kehadiran siswa kebersihan dan kerapian kelas.
    1. Apersepsi     ; Sebutkan faktor pendorong perubahan sosial budaya.
    2. Motivasi       : Mengapa terjadi perubahan sosial budaya.

 Kegiatan Inti.

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Diskusi tentang factor-faktor pendorong sosial budaya.

F Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya..

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;

F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

F memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

F merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik

3. Pertemuan III

Materi : Faktor-faktor penghambat perubahan sosial budaya.

a. Pendahuluan           :

1.Memeriksa kehadiran siswa kebersihan dan kerapian kelas.

  1. Apersepsi        ; Mengapa kehidupan sosial budaya suku badui tidak   berubah dari dahulu sampai sekarang.
  2. Motivasi          : Menanyakan factor-faktor penghambat sosial budaya.

b. Kegiatan Inti.

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

F memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

F memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

F memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

F memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

F memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

F memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

F memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

c. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;

F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

F memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

F merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik

4. Pertemuan IV

Materi : Faktor-faktor penyebab perubahan sosial budaya.

* factor – factor internal

* factor –faktor eksternal

a. Pendahuluan           :

  1. Memeriksa kehadiran siswa kebersihan dan kerapian kelas.
    1. Apersepsi ; Sebutkan perubahan yang terjadi di bidang komunikasi

Sebutkan perubahan yang terjadi di bidang transportasi

  1. Motivasi    : Menanyakan factor-faktor penyebab perubahan sosial budaya.

b. Kegiatan Inti.

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

F memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

F memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

F memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

F memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

F memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

F memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

F memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

F Tanya jawab tentang penyebab perubahan sosial.

  1. Penyebab perubahan sosial budaya
  2. Faktor-faktor internal perubahan sosial budaya
  3. Faktor-faktor eksternal perubahan sosial budaya
  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

F memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

F memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

F memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

  • berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
  • membantu menyelesaikan masalah;
  • memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
  • memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
  • memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

 

Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;

F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

F memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

F merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik

Sumber Belajar;

  1. Buku IPS kelas IX PS Geografi
  2. Buku IPS Geografi IX
  3. Guru
  4. Lingkungan Masyarakat

Penilaian Hasil Belajar:

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Teknik

Bentuk

 Instrumen

Contoh

Instrumen

Ü  Memberi contoh terjadinya perubahan sosial budaya.Ü  Menguraikan faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial budaya.Ü  Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perubahan sosial.Ü  Mengidentifikasi penyebab perubahan sosial budaya. KuisTugasTes tulisTes tulis Pertanyaan lisanRubrikTes uraianTes uraian Ü  Berikan satu contoh perubahan sosial secara cepat (revolusi) !Ü  Buatlah kliping berupa 10 (sepuluh) berita dari surat kabar atau tabloid  tentang perilaku masyarakat akibat adanya perubahan sosial budaya. Tulislah sikap yang seharusnya kita milki dari setiap berita yang kamu kliping.Ü  Sebutkan faktor-faktor penghambat perubahan sosial budaya!Ü  Tuliskan dua faktor internal yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya !

 

Mengetahui, Kepala Sekolah  ( …………………. )

NIP/NIK : ………………………………

  11, Maret  2013 Guru  IPS,   

( …………………. )

NIP/NIK : ………………………………


BAB V PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.

Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi  istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.

A.Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya

Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi.

a. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.

b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.

c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.

d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.

e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.

Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.

3. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan

Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan.

Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.

4. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.

a . Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)

Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern)

1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.

2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).

3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.

4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.

b . Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)

Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.

1) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.

2) Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.

3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.

B. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya

1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan

a. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain

Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.

b . Sistem Pendidikan Formal yang Maju

memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak.

c . Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain

Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.

d . Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang

Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.

e . Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification )

Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.

f . Heterogenitas Penduduk

Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.

g . Orientasi ke Masa Depan

Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

h. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu

Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya.

i . Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya

Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.

2. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan

a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain

Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis.

b . Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah).

c . Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional

Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).

d . Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan

Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada.

e . Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Vested Interest Interest)

Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan.

f . Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)

Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain, misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing.

g . Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis

Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.

h. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar

Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Misalnya, memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan, namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani, maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan.

i . Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya

Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusi

C. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial budaya akan mengubah adat, kebiasaan, cara pandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.

1. Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.

2. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional.

3. Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia.

4. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.

Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya.

1. Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.

2. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya).

3. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.

4. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota.

D. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya

Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk, pola, dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru. Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadap dampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.  Sikap apriori yang berlebihan tentu saja tidak perlu kalian kedepankan, mengingat sikap tersebut merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses perubahan sosial budaya yang berujung pada terhambatnya proses perkembangan masyarakat dan modernisasi. Demikian juga dengan sikap menerima setiap perubahan tanpa terkecuali. Sikap tersebut cenderung akan membuat kita meniru (imitasi) terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi, meskipun perubahan tersebut mengarah pada perubahan yang bersifat negatif. Kalian diharapkan mampu memiliki dan mengembangkan sikap kritis terhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita, sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita. Dalam pelaksanaannya, kalian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Namun di sisi lain, nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan.

UJI KOMPETENSI

Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang tepat!
1. Secara tipologis, perubahan-perubahan
sosial dapat dikategorikan sebagai berikut,
kecuali  ….
a. social proces
b. segmentation
c. structural change
d. changes in group structure
e. various rewards

2. Perubahan-perubahan sosial adalah suatu
variasi dari cara-cara hidup yang telah
diterima yang disebabkan baik karena
perubahan-perubahan kondisi geografis,
kebudayaan material, komposisi penduduk,
dan ideologi adalah definisi perubahan
sosial yang dikemukakan oleh ….

a. Kingsley Davis
b. Kingsley Davis
c. Gillin dan Gullir
d. Bruce J. Cohen
e. Selo Soemarjan
3. Faktor-faktor penyebab perubahan sosial
adalah ….
a. perubahan evolusi
b. perubahan revolusi
c. perubahan yang direncanakan
d. pertentangan
e. jumlah penduduk

4. Perubahan sosial merupakan perubahan
fungsi kebudayaan dan ….
a. keadaan tertentu
b. lingkungan tertentu
c. perilaku manusia
d. keadaan sosial
e. kondisi ekonomi

5. Perubahan-perubahan di luar bidang
ekonomi tidak dapat dihindarkan oleh
karena setiap perubahan dalam suatu
lembaga kemasyarakatan akan meng-
akibatkan pula perubahan-perubahan di
dalam lembaga-Iembaga kemasyarakatan
lainnya adalah definisi perubahan sosial
yang dikemukakan oleh ….
a. Selo Soemarjan dan Soelaiman
Soemardi
b. Soedjamo Dridjosisworo
c. Roucek dan Warren
d. Samuel Koening
e. Kingsley Davis

6. Menurut Koentjaraningrat salah satu faktor
yang mendorong individu untuk mencari
penemuan baru dari anggota masyarakat
pada umumnya adalah ….
a. perubahan jumlah penduduk
b. timbunan kebudayaan
c. kualitas dari ahli-ahli dalam suatu
kebudayaan
d. pertentangan
e. ketidaksadaran dari seseorang akan
kekurangan dalam kebudayaannya

7. Di bawah ini yang bukan merupakan cara
memudahkan terjadinya perubahan sosial
adalah ….
a. konflik budaya
b. mores
c. ideologi
d. mores, ideologi, dan konflik budaya
e. evolusi
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Sebutkan bentuk-bentuk perubahan! Kemudian, jelaskan masing-masing bentuk tersebut!
2. Apa sajakah yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan?
3. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi jalannya proses perubahan!
4. Jelaskan saluran-saluran dalam suatu proses perubahan!
5. Sebutkan definisi dari organisasi, disorganisasi, dan reorganisasi!
6. Mengapa terjadi ketidakserasian dalam perubahan- perubahan unsur-unsur masyarakat?
7. Kemanakah arah perubahan dalam masyarakat? Jelaskan!
8. Sebutkan syarat-syarat modernisasi!
9. Ada apa sajakah dalam proses modernisasi? Jelaskan!
10. Jelaskan definisi perubahan sosial menurut para ahli! Berilah komentar dari definisi-definisi

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s